Kamis, 17 Desember 2020

Hindari Hal Ini Agar Paket yang Dikirim ke Luar Negeri Sampai dengan Aman

Mengirim barang dalam negeri dengan pengiriman antar negara sangat berbeda dalam hal peraturannya. Jika mengirim sebatas masih dalam negeri barang yang dikirimkan hanya melewati proses sortir biasa, berbeda dengan kirim ke luar negeri yang dari segi proses sortir lebih mendetail dan sangat memungkinkan dilarang atau tidak boleh dikirimkan (barang ditahan) bila tidak memenuhi peraturan yang ada. Anda memang bisa minta bantuan jasa kirim barang untuk mempermudah prosesnya.

Namun tetap, sebagai pihak pengirim, Anda juga harus memahami apa saja yang harus dihindari saat kirim barang. Khusus ke luar negeri. Mulai dari jenis barang, sampai detail terkecil yang bisa saja menjadi alasan proses jadi lebih lama atau pihak imigrasi dan bea cukai menahannya.

Perhatikan Hingga ke Detail Terkecil

Anda bisa lebih perhatikan barang dan proses pengirimannya secara lebih rinci untuk hindari segala masalah yang kerap terjadi dalam proses kirim barang ke luar negeri. Beberapa hal di bawah ini merupakan sebagian alasan barang bisa tertahan atau dikembalikan oleh negara tujuan, yaitu:

1.     Pengemasan yang Tidak Tepat

Biasanya untuk memastikan barang sampai dengan aman tanpa kerusakan, pihak pengirim mengemasnya sedemikian rupa, bahkan menggunakan berlapis-lapis kemasan, bukan? Berbeda dengan pengiriman di dalam negeri, paket yang akan dikirim ke luar negeri wajib melalui pemeriksaan lebih rinci. Sehingga paket akan kembali dibuka oleh petugas untuk dilihat dan dicek.

 

Maka dari lebih baik hindari pengemasan berlebihan yang malah menyulitkan pihak petugas. Karena nantinya akan kembali dibungkus lagi. Pilih jenis kemasan yang mudah dibuka dan dipasang kembali seperti berlapis kardus dan bubble wrap.

2.     Mengisi Data Secara Asal-Asalan

Perlu dihindari pula dalam hal mengisi data formulir pengiriman barang secara asal-asalan. Kadang ada pengirim yang menyepelekan data dalam formulir. Padahal data-data tersebut akan menjadi patokan para petugas memeriksa barang kiriman. Apakah barang dengan data sama atau tidak.

 

Anda bisa tanya juga pada jasa kirim barang untuk pastikan pengisian data sudah benar. Biasanya pihak mereka membantu untuk membuat pengiriman lebih lancar, termasuk dalam hal pengisian data atau memenuhi permintaan dokumen yang dibutuhkan.

3.     Mengabaikan Regulasi Negara Tujuan

Berikutnya, hindari mengabaikan regulasi atau aturan yang berlaku dalam hal kiriman barang dari luar negara tujuan. Masing-masing negara memberlakukan regulasi yang bisa saja berbeda. Misalnya tidak menerima produk makanan tertentu meski makanannya tergolong aman. Atau juga tidak menerima barang yang dianggap bisa mengancam negaranya.

4.     Barang Termasuk dalam Dangerous Goods

Perlu diketahui, ada berbagai jenis barang yang termasuk dalam kategori dangerous good atau disebut sebagai barang berbahaya dan tidak dibolehkan untuk dikirim antar negara. Termasuk senjata, makanan tanpa komposisi jelas dan tanpa izin edar dari BPOM, obat-obatan, dan masih banyak lagi. Ada pula barang-barang yang berhubungan dengan nilai budaya juga tidak diperbolehkan.

5.     Memilih Jasa Kirim atau Ekspedisi Kurang Terpercaya

Terakhir, hindari memilih penyedia jasa dan ekspedisi yang kurang terpercaya hanya karena penawaran harga murah. Tetapi dari segi layanan sudah memiliki penilaian buruk. Karena sangat disayangkan apabila barang sampai ke tempat tujuan terlalu lama dan menyebabkan barang mengalami kerusakan.

Biasanya para jasa kirim barang sudah memiliki standar pelayanan masing-masing dengan jenis layanan yang beragam. Pilihlah yang sesuai budget dan sesuai kebutuhan. Termasuk bila Anda membutuhkan jasa kirim yang door to door.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar